Belajar Aksara Jawa Batch #2

Dalam percakapan sehari-hari masyarakat Jawa, setidaknya digunakan 4 tingkatan bahasa yang umum, yaitu ngoko, ngoko alus, krama dan krama alus (krama inggil). Padahal sebetulnya dalam tatanan bahasa Jawa terdapat 11 tingkatan bahasa. Demikian dituturkan oleh Setya Amrih Prasaja dari Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi nara sumber malam itu. Sebetulnya tidak sulit belajar aksara Jawa bagi siapapun, bahkan bagi orang non Jawa, tinggal masalah kemauan saja. Buktinya anak-anak sekarang sudah bisa membaca dan menulis Hangul (tulisan Korea), lanjutnya.

KEJOGJA Kalsel  dengan salah satu sub kegiatannya yaitu KEJOGJA Budaya menyelenggarakan pelatihan penulisan aksara Jawa. Acara ini terbuka untuk umum baik anggota KEJOGJA maupun non anggota. Pada sesi 2 yang berlangsung Minggu 29 November 2020 malam lalu dihadiri sekitar 15 orang secara daring.
Para peserta tampak antusias membuka kembali memori pelajaran bahasa Jawa yang dulu pernah didapat saat mengenyam pendidikan di bangku SD dan SMP. Sebagian masih ingat dan sebagian lagi perlu ekstra keras mengingat kembali.

Diana, salah seorang peserta yang juga Bendahara KEJOGJA mengatakan bahwa acara ini sangat bermanfaat sekali, saat hidup di perantauan tentu banyak yang terlupakan dalam pemakaian bahasa Jawa terutama tingkatan krama alus, aksara Jawa apa lagi. Lebih lanjutnya Diana berharap acara ini terus dilanjutkan bahkan dengan pengembangan topik belajar bahasa Jawa krama alus (krama inggil) atau pranata adicara (MC) dan lain sebagainya.

Selain melalui aplikasi Zoom, acara ini juga dapat diikuti melalui live streaming Youtube pada channel Kejogja Kalimantan Selatan. Sampai ketemu pada pelatihan berikutnya … (kejogja/sto)